Disebuah perkebunan yang sangat luas
tumbuh berbagai macam tanaman. Mereka tampak tumbuh subur, meski tiada yang
merawatnya. Warna daunnya yang hijau menyejukkan mata setiap yang memandangnya.
Aku berjalan dengan seorang laki-laki. Dia gagah, keren, dan terlihat sangat
berwibawa, sebut saja namanya Hendri. Kami berjalan berdampingan bukan karna
aku pacarnya, istrinya, apalagi hanya simpananya. Hubungan kami hanya
sementara. Karna aku hanyalah seorang pemandu wisata. :p
pengen banget duduk di batu itu, sayang gk da yang mau fotoin.. :(
“Indah sekali pemandangannya. Dan
akupun hanya membalasnya dengan senyuman termanis yang pernah kumiliki *heleh.
Tiba-tiba aku merasakan ada yang mengawasi kami dari jauh. Tapi siapa? Sejak
tadi kami hanya berjalan berdua saja.
“Lihat awan itu! Sangat indah bukan?!
Ucapnya dengan nada yang riang gembira dan mempesona.
“Mana pak? Sahutku dengan seantusias
mungkin. Subhannallah…..!! awannya benar-benar indah, belum pernah aku melihat
awan seindah ini secara langsung. Seperti sunrise or sunset yang pernah kulihat
difoto-foto yang begitu keren!
“Astagaa….!! Teriakku sepontan.